KID SILAT ACADEMY

Brain Attitude Confidence Health

Mengajak anak-anak mencintai silat

Uncategorized January 30, 2011

sumber foto : sahabat silatTak semua kita yang mencintai silat mau menembus kesulitan melanjutkan generasi silat kepada anak-anak kita. Padahal kalau kita tak menurunkan kegemaran silat maka silat saya pastikan akan punah digempur nilai budaya asing memalui multi jalur.

Industri kreatif kita sama sekali tak pernah menghadirkan silat dalam menu permainan anak-anak, cerita bergambar atau apapun. Para guru kitta tak mengenal silat apa lagi mengajarkannya. Para ustadz yang dulu selalu menyisipkan pelajaran silat setelah mengaji di surau-surau tak pernah lagi terdengar keberadaannya. Film atau sinetron silat hanya mengekspose ceritera balas dendam – meniru mentah-mentah film Hongkong – dan jauh dari ajakan mencintai nilai-nilai luhur dan seni dalam silat.

Maka mengajak anak kita sendiri untuk mencintai silat adalah benteng terakir untuk melestarikan silat. Sebagai orang tua kita bisa memotivasi anak dan mendaftarkan ke klub-klub silat. Atau jika perlu mensponsori pelatih silat dan membuka tempat latihan silat baru. Tentu saja dana menjadi faktor penting untuk membangkitkan lagi semangat silat. Saya kira ini dapat kita lakukan, sambil menunggu gerakan lebih besar untuk mendorong perkembangan silat dan kecintaan bangsa ini kepada silat dan segala nilai luhur yang dikandungnya.

Anda setuju?

Pesilat Terakhir

Uncategorized January 30, 2011

ediit-silat2Silat yang kita cintai sebagai warisan budaya luhur bangsa ini harus dilanjutkan ke generasi selanjutnya. Bagi saya ini merupakan modal sosial yang tidak terkira. Silat adalah budaya yang diwariskan oleh para pejuang kita. Silat sebagai budaya luhur telah mewarnai sikap ksatria para pahlawan Indonesia.

Hari ini kitra menyaksikan setiap hari di TV beragam sifat kepengecutan, keserakahan, kebrutalan, kedengkian dan sikap curang yang telah terkikis dari sikap ksatria yang dibangun oleh budaya silat seperti semangat membela yang benar, sifat menolong, mengasihi, jujur, sportifitas dan keberanian yang menjadi sifat para pesilat.

Melihat gelagat silat sebagai modal sosial ini sama sekali tak disentuh dan dikembangkan dalm konteks budaya bangsa, melainkan hanya sekedar seni dan pariwisata, maka boleh jadi Anak-anak kita hanyalah akan jadi pesilat terakhir yang mewarisi sifat luhur ini.

Silat Untuk Anak Anda

Silat May 13, 2008


Perlukah anak belajar Beladiri ?

Jawaban pendeknya : Ya. Karena banyak manfaat positifnya termasuk sebagai kegiatan yang menyalurkan agresifitas, menimbulkan kebanggaan-diri dan tahu cara mengendalikan diri-dan tentu saja terampil bela diri. Kita menemukan banyak anak yang belajar beladiri disentra kami yang mendapatkan manfaaat sbb. :

Perbaikan Nilai Akademik :

Didalam kelas kami, anak dibiasakan untuk berkonsentrasi, fokus, belajar disiplin dan berani mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Kemajuan yang didapat dari hal-hal tsb. akan sangat membantunya untuk beradaptasi dengan tantangan akademis terutama saat menerima pelajaran dan juga dalam pergaulan anak. Hasilnya, orangtua dapat tahu bahwa anaknya akan mendapat yang lebih baik tidak saja untuk nilai akademik tapi juga budi pekertinya.

Beladiri membangun kebiasaan sehat

Latihan dalam kelas kami menyehatkan. Anak-anak jadi tahu cara bernafas yang benar, nafsu makan lebih baik dan tidur lebih nyenyak. Fakta menunjukan bahwa anak yang latihan beladiri tubuhnya lebih langsing. Secara umum anak-anak ini juga mampu memilih makanan yang lebih sehat dan mampu menjaga kondisi fisik mereka sendiri. Tidak ada satupun dari siswa Black-belt kami yang menggunakan narkoba atau bahkan merokok !
…Read the rest of this entry »

Jadwal dan Tempat Latihan

Silat May 7, 2008